Langsung ke konten utama

Postingan

Music saat diving? possible or impossible ?

Sebulan yang lalu, aku ngajak temenku yang belum sertifikasi diving untuk coba intro dive ke tulamben dan seraya dengan total 3x diving. Jeng jeng jeng...total peserta yang berangkat 2 diver, 1 intro dan 2 dive master. Dive pertama di seraya secret kita ngeliat binatang-binatang kecil yang menyenangkan. dia pun sibuk kolar kilir sama sang divemaster yang megangin dia. first dive, all good. Second dive kita ke tulamben, site coral garden. turunnya sih dari pantai depan site drop off. means kalau kita ngadep ke laut, coral garden ada di arah kiri. beberapa saat kita nyelem, kena arus yang bikin usaha buat maju terlihat sia-sia. temenku yang intro udah gak keliatan kemana. begitu ngelewatin site suci place atau daerah yang ada patung-patung bertebaran dan sangkar burung, kita pun sibuk foto-foto. kesana kemari ngejer buat cari yang kecil-kecil buat diliat sampai akhirnya udara salah satu dari kita hampir 70 bar dan kita berbalik arah untuk kelarin diving. begitu istirahat di daratan, s...

Lets go underwater!

Covering over 70% of earth surface, the ocean represent our planet`s largest habitat, containing 99% of the living space on the planet. That is why i go underwater. Explore more, adventure more, seeing more! Pertama kali ambil diving lisence, PADI open water , bulan Maret 2013 di Dive Center Blueseason Bali. Menakutkan? well yeah (langkah pertama kan selalu bikin deg-deg`an). Dikasih buku, disuruh belajar 5 bab banyaknya. teori dasar, sebelum akhirnya kita nyemplung ke kolam dan laut. Hari pertama sesi kolam, langsung disuruh renang 200m tanpa berhenti dan ngambang selama 10 menit. Whaatt??!! yes, face it. tapi tenang, waktunya tidak dibatasi. jadi sebenernya bisa sedikit santai pas renang 200m. kecuali kebakaran jenggot karna liat temen kursus yang lain, sudah kelar testnya dan kita masih di 100m. hohoho... ps: open water, ada ujian teori lho! prepare yourself folks. informasi: lamanya kursus 3-4 hari. Ada sesi kelas, ujian teori, sesi kolam mempraktekkan teori 5 bab dan 4x sesi l...

Behind the scene : Perjalanan ke Pulau Maratua

Belum pernah menggunakan jasa EO sebelumnya, kali ini aku dan temanku menyerahkan diri ke EO Kakaban Trip untuk jalan-jalan ke kepulauan Derawan pergantian tahun 2012 kemarin. Kenapa bisa memilih Kakaban Trip ? jujur, karena aku kepincut sama foto-fotonya yang bagus dan EO ini menawarkan untuk tinggal di Pulau Maratua. Bukan di Pulau Derawan seperti kebanyakan EO lainnya. Mas Ahmad, salah satu orang dari tim Kakaban Trip sudah memberi kabar untuk menjemput. Karena jadwal kedatanganku dari Bali tidak sama dengan rombongan lain yang berasal dari Jakarta dan Balikpapan. Hujan yang mengguyur Kota Tarakan dari pagi, sedikit membuat khawatir akan mengganggu perjalanan ke Kepulauan Derawan dengan menggunakan speedboat dari pelabuhan Tengkayu. Deg-deg ser.. Tiba di Pelabuhan Tengkayu, hujan masih mengguyur tapi terlihat air surut di pelabuhan. Berarti, siang ini kami tak hanya kejar-kejaran dengan cuaca namun juga pasang-surut air. Tim dari EO benar-benar diuji kelihaiannya menga...

Tarakan sekilas pandang

Tidak banyak tau mengenai kota Tarakan, membuatku meng- underestimate salah satu kota di Indonesia ini. Siapa sangka kota yang jarang kudengar namanya ini adalah kota yang terletak di sebuah pulau. Siapa sangka pula bahwa bandaranya sudah Internasional! Padahal sebelum tau, aku menganggap Tarakan itu kota kecil yang hanya biasa digunakan sebagai tempat transit saja. Ternyata, Tarakan pernah menjadi salah satu pusat minyak di jaman kolonial! Kota Tarakan terletak di sebuah pulau di wilayah utara Kalimantan Timur. Untuk jalur penerbangan, Bandara Internasional Juwata siap untuk menampung penumpang domestik maupun internasional. Untuk jalur air, ada 4 pelabuhan yang siap melayani : pelabuhan Tengkayu I, Tengkayu II, Malundung, dan Juwata Laut. Karena itu, Kota Tarakan ini bisa menjadi salah satu pintu masuk untuk ke Kepulauan Derawan, selain melalui Berau. Mendarat di Bandara Internasional Juwata, aku menemukan sebuah bangunan yang dicap Ruang Tamu Khusus. Bangunan ini mengingatkanku ...

Kakaban, I`m in love

Pagi menjelang siang kapal kami berhasil merapat di dermaga kecil di tepi pantai Pulau Kakaban, setelah 30 menit perjalanan kapal dari Pulau Maratua. Tujuan kami hanya satu, Danau Kakaban. Turun dari kapal, belum terbayang gimana rasanya berenang dengan ubur-ubur yang tidak menyengat. Karena sepanjang sejarah aku snorkeling, paling takut ketemu dengan ubur-ubur. Aku mengikuti ketua rombongan melewati jalan setapak yang tersusun dari kayu dengan pegangan di sisi kanan dan sisi kiri. Hujan yang mengguyur dari pagi, membuat jalan kayu ini sangat licin sehingga kami harus extra hati-hati dalam melangkah. Jalan lurus, naik  tangga, turun tangga, melewati hutan asri dimana terdengar suara serangga saling bersahutan dan akhirnya kami sampai di dermaga kecil di tepi danau kakaban. This is it! Danau Kakaban yang terkenal dengan ubur-ubur tidak menyengat.  Beberapa orang sudah tidak sabar, langsung berenang dengan memakai alat snorkel, ada juga yang memakai kacamata renang. Kami tid...

Rondji restaurant

Pukul 12.30 WITA, aku sudah duduk manis di meja makan dengan 4 kursi, tak jauh dari pohon besar yang rindang sehingga kami tetap merasa sejuk di siang yang terik. Lantai kayu dan beberapa sofa ada di sisi luar restoran ini. Bukit campuhan menjadi lukisan nyata yang menemani kami makan siang. Itulah suasana siang hari di Rondji Restaurant . Rondji restaurant terletak di jalan raya Campuhan, Ubud. Tepat di area Museum Antonio Blanco. Pemilik restoran ini adalah Mario Blanco, putra dari Antonio Blanco, pelukis kaliber dunia yang menetap di Bali dan menikah dengan penari tradisional Bali bernama Ni Ronji. Pramusaji memberikan menu sembari meletakkan welcome drink, snacks dan beberapa potong roti. Walah, belum pesan saja sudah sebanyak ini yang diberikan. Tapi dasarnya memang perut sudah keroncongan, sajian pembuka pun kami lahap habis! (padahal kami disini hanya 2 orang. Hehe..) Menu makan siang yang kami pilih adalah nasi goreng, bebek rondji, juice mangga dan es lemon tea. Untuk ma...

Pantai Pandawa yang tak lagi rahasia

Pantai Pandawa terletak di Desa Kutuh kabupaten Badung, tidak jauh dari Pantai Gunung Payung. Untuk mencapai pantai, kita tidak perlu menuruni ratusan anak tangga, seperti yang ada di pantai Bali Selatan pada umumnya. Menuju ke pantai Pandawa, pengunjung dimanjakan dengan jalanan aspal langsung menuju ke pesisir pantai, melewati jalan yang diapit oleh tebing terjal di sisi kanan dan kiri jalan hingga akhirnya terlihat pemandangan pantai dari kejauhan. Welcome to Pandawa beach, my friends! Jalan menuju ke Pantai Pandawa Membaca poster "Pantai Pandawa, the secret beach" di jalan masuk ke Pantai Pandawa, langsung membuat otakku berimajinasi akan pantai yang masih sepi dan tenang. Ternyata, aku salah total. Pantai Pandawa tak lagi rahasia! Begitu banyak mobil dan motor yang sudah memadati parkiran membuat imajinasi dalam benakku buyar begitu saja. Seperti dugaanku, sesampainya di pesisir pantai ramai pengunjung dengan aktifitasnya masing-masing. Ada yang lagi tiduran di ...