Langsung ke konten utama

Nusa Lembongan, cantik luar dalam!

Aku menarik sebuah kursi kayu di luar restaurant yang berhadapan langsung dengan pantai. Langit tampak biru, pertanda tidak akan turun hujan pagi ini. Air laut tampak surut di depanku, jukung ataupun speedboat tidak mungkin untuk berlayar. Jauh di depan sana, aku melihat beberapa petani rumput laut sedang panen dan rumput laut hasil panen dikumpulkan di dalam keranjang-keranjang kosong. Selamat pagi, Nusa Lembongan.

Bukan hanya aku yang menikmati Nusa Lembongan pagi itu. Ada seorang wanita mancanegara paruh baya yang sedang asik membaca buku, serombongan wisatawan sedang menikmati sarapan pagi mereka dan beberapa orang sudah lalu lalang menyusuri pantai. Sedangkan aku memilih untuk menyeruput teh hangatku dan membiarkan pikiranku melanglang buana, setidaknya sampai tengah hari nanti. Damainya pagi ini, tidak boleh dilewatkan begitu saja!

Sudah lama terbesit dalam hati untuk kembali mengunjungi Nusa Lembongan dan akhirnya niat itu aku penuhi  di bulan November, bulan dengan curah hujan yang tinggi. Sudah dapat dipastikan, ombak laut pun tidak bersahabat untuk orang mabukan seperti aku. Tapi, tak apalah, karena aku yakin usaha sebesar apapun akan terbayar oleh cantiknya Nusa Lembongan. 

Tiket seharga 25000IDR sudah aku beli di loket penjualan dengan tujuan Jungkut Batu, pagi itu aku memilih untuk naik jukung daripada speedboat. Lama perjalanan yang harus ditempuh dari Sanur adalah 45 - 60 menit. Aku memilih untuk duduk di atap jukung bersama rombongan turis asing yang tampak menikmati cerahnya pagi. Pukul 08.05WITA, jukung pun berangkat. Angin kencang mulai menerpa muka dan sesuai dugaan ombak tinggi membuat jukung yang aku tumpangi terombang-ambing. Aku mulai mengambil posisi rebahan dan sesekali menutup mata. Aku cukup beruntung bisa melihat ikan terbang di sisi barat kapal selama perjalanan Sanur-Nusa Lembongan. Benar-benar sambutan yang tiada duanya untuk awal mula perjalananku.

 Menjelang siang hari, aku sudah siap dengan motor sewaan yang sudah diisi bensin penuh. Cukup untuk seharian mengitari Nusa Lembongan dan Ceningan. Tidak perlu khawatir tersesat disini karena jalan utama mudah diikuti jarang terlihat penunjuk jalan. Bahan bakar besin bisa dibeli di warung-warung pinggir jalan, harga per liter lebih mahal dari yang biasanya kita beli. Wajar saja disini tidak ada pom bensin, maka harus dikirim dari Denpasar. Yuk, mari kita mulai jalan-jalan.

Wisata hutan bakau, disini aku serasa dihipnotis selama 30 menit. begitu damai, begitu tenang, hanya terdengar bunyi serangga atau terlihat kepiting kecil yang sedang berjalan-jalan. Sembari jalan, sembari ngobrol dengan pak kapten sampan, dia bercerita ada LSM yang peduli dengan hutan bakau ini. Terlihat dari nama-nama pohon dipasang di beberapa pohon yang aku lewati sepanjang perjalanan. Aku mengangguk-angguk pertanda mengerti, sedikit-sedikit menimpali obrolannya kemduian aku kembali tenggelam dalam ketenangan hutan bakau ini.
Untuk mencapai wisata hutan bakau, ikuti jalan utama ke arah utara sampai ujung. Penyewaan sampan dapat ditemukan di cafe-cafe di sisi kiri jalan yang ada plang "wisata hutan bakau / mangrove". Harga satu sampan 50000IDR untuk orang Indonesia. 


Hutan bakau

Pantai depan cafe tempat aku menyewa sampan wisata hutan bakau

Keliling Nusa Lembongan dan Ceningan sampai puas, menggunakan motor untuk keliling Nusa Lembongan dan Ceningan adalah pilihan yang pas. Banyak titik point untuk bisa dikunjungi seperti Gua Gala-gala, Pantai Mushroom, Dream Beach, blue lagoon untuk terjun dari tebing dan masih ada beberapa lagi! Bagi yang belum hapal dengan Nusa Lembongan agak sedikit bingung cari titiknya, tapi percayalah kalian tidak akan tersesat. Kalo aku, patokannya ya jalan utama itu, ikutin aja jalannya, nanti sampai ke tempat-tempat bagus. seperti aku tiba-tiba menemukan blue lagoon dan ada orang yang jual jasa lompat tebing. Nyali ciut mau coba karena ombak besar. Suatu saat nanti harus coba pada waktu ombak tenang dulu.

Blue Lagoon, di ujung tebing sana menjual jasa lompat tebing.  Uji nyali!

Jalan-jalan di pantai saat air laut surut, Nusa lembongan terkenal dengan penghasil rumput laut maka dari itu, kita bisa bertemu dengan sawah rumput laut baik di Nusa Lembongan ataupun ceningan. Nah, saat air laut surut, kita bisa jalan-jalan ke pantai dan melihat langsung sawah rumput laut. 

Sawah rumput laut
Itu bagian luar dari Nusa Lembongan yang sudah dilihat kecantikannya. Dalamnya nusa lembongan pun sudah aku lihat, cantik-cantik! Ada lima titik tempat snorkeling yang biasa ditawarkan, yaitu Manta, Gamat bay, Crystal, Wall, dan Mangrove. Satu kali snorkeling bisa minta langsung mencoba 5 titik ini. Diskusi dengan penyedia jasa layanan snorkeling saja. Biasanya, semakin banyak orang semakin murah harganya. Sudah termasuk sewa alat snorkel dan fin. 

Wisatawan perancis yang snorkeling bersamaku berkomentar "Come..comee....this is the best spot ever. It`s beautiful. this way, I`ll show you" sembari heboh menunjuk-nujuk lokasi yang bagus di dekat tebing waktu di Gamat bay. Namun di manta point, karna ombak besar dan gelap, kami tidak berlama-lama disini. Manta pun tak terlihat, kami kurang beruntung. 

Saat semua teman snorkelingku menghabiskan tenaga di 4 titik pertama, aku malah lebih banyak menghabiskan waktu di mangrove. snorkeling kesana kemari, lihat banyak jenis ikan dan karang. Ombak di mangrove tidak terlalu besar, lebih cenderung tenang selain itu lebih banyak ikan disini. Itulah kenapa aku lebih suka snorkeling di mangrove saat musim ombak tinggi. Sayangnya aku belum punya kamera underwater untuk mengabadikan ikan-ikan dan karang-karangnya. Tenang, aku pasti kembali untuk foto-foto dan lompat tebing! 

Cerita lain tentang Nusa Lembongan bisa dibaca disini  Untuk penginapan, sewa motor ataupun snorkeling, aku merekomendasikan Tarci Bungalows

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hong Kong Trip and Travel Guide

Liburan ke Hong Kong selama 6 hari dan aku takjub dengan transportasi, tata kota dan fasilitas umum yang sangat membantu untuk tuna netra dan penyandang cacat! Sesuatu yang belum aku temui di Bali, Indonesia ini. Trotoar di bali pun bisa ditemui di beberapa lokasi saja. Sayang banget ya. Ini dia catatanku untuk jalan-jalan ke Hong Kong #Persiapan ke Hong Kong Jauh-jauh hari sebelum ke Hong Kong aku sudah mulai hunting tiket penerbangan dan mulai ngelirik di hotel mana aku mau tinggal. Tentu saja aku pun mulai cari tau mengenai transportasi disana, serta mulai mencatat apa saja yang mau aku kunjungi dan catat di word document dan menaruhnya di Google Drive yang aku bisa save it on device. Jadi saat tak ada sinyal internetpun, aku masih bisa nyontek catatan buat liat rute. lihat catatanku disini Apps yang aku download #Octopus card Di Hong Kong, octopus card ini berperan besar dalam pembayaran transportasi dan bisa dipakai juga untuk belanja di McD, seven eleven, dan banya...

Camping dimana? di Pantai Siung aja!

Sudah pernah ke Gunung Kidul, sisi selatan Yogyakarta? Sudah pernah pernah main ke pantainya dari baron ke arah barat ataupun dari baron ke arah timur? Kalo belom, masukin ke itinerarymu yaa kalo berkunjung ke yogya :) Nah, salah satu pantai di Gunung Kidul yang bisa dikunjungi bahkan diinapi adalah Pantai Siung . Pantai ini terletak jauh di sebelah timur pantai baron. Berbekal kemah pribadi atau hammock, kamu bisa menikmati pantai siung semalam suntuk. Di sekitar pantai, sudah ada warung penjaja makanan, jadi jangan takut kelaparan kalo males masak sendiri. Sudah ada wc umum juga untuk mck. Bisa mendirikan tenda di mana saja yang kamu suka dan jangan takut kesepian, karna malam hari lumayan rame lho yang berkemah dan berhammock disini. Bisalah lirik-lirik sebelah kalo mau kenalan  sekedar minta camilan. Pantai siung ini, kurang banyak aktifitas di air yang bisa dilakukan karena ombak terlalu besar untuk bisa berenang dan pantai cenderung karang. Ada 1 spot di antara batu-ba...

Pembuatan garam laut, Cafe Garam, Amed, Bali

Ada 2 tempat pembuatan garam laut di sisi Bali timur yang aku tahu persis lokasinya. Amed dan Kubu. Namun, 3 kali singgah di Kubu, aku kurang beruntung. Tidak ada aktifitas pembuatan garam laut saat aku datang kesana. Menurut penduduk sekitar, karna saya datang terlambat (sore) dan saat musim penghujan. Haa, tapi pernah 1x aku datang di bukan musim penghujan dan siang harii, tapi tetap tidak ada penggarap garam. Pupusss harapan... September 2014, diving trip ke Amed, aku menggunakan Amed dive center  yang ternyata berlokasi tepat di sebelah cafe garam. Cafe garam sendiri menyediakan menu western dan indonesia, sekaligus menjual garam yang sudah di package hasil olahan ibu-ibu penggarap di ladang garam di sisi belakang cafe persis di pinggir pantai. Tempat pengolahan garam laut, persis di sisi pantai Tempat untuk menyaring air laut dengan tanah yang sudah digunakan berulang kali untuk filter air laut. Di sisi kanan (dibawah kayu yang miring), itu adalah tempat untuk mena...