05 Oktober 2014

Pembuatan garam laut, Cafe Garam, Amed, Bali

Ada 2 tempat pembuatan garam laut di sisi Bali timur yang aku tahu persis lokasinya. Amed dan Kubu. Namun, 3 kali singgah di Kubu, aku kurang beruntung. Tidak ada aktifitas pembuatan garam laut saat aku datang kesana. Menurut penduduk sekitar, karna saya datang terlambat (sore) dan saat musim penghujan. Haa, tapi pernah 1x aku datang di bukan musim penghujan dan siang harii, tapi tetap tidak ada penggarap garam. Pupusss harapan...

September 2014, diving trip ke Amed, aku menggunakan Amed dive center  yang ternyata berlokasi tepat di sebelah cafe garam. Cafe garam sendiri menyediakan menu western dan indonesia, sekaligus menjual garam yang sudah di package hasil olahan ibu-ibu penggarap di ladang garam di sisi belakang cafe persis di pinggir pantai.


Tempat pengolahan garam laut, persis di sisi pantai

Tempat untuk menyaring air laut dengan tanah yang sudah digunakan berulang kali untuk filter air laut. Di sisi kanan (dibawah kayu yang miring), itu adalah tempat untuk menampung air laut hasil penyaringan.
  
Tanah basah yang telah digunakan sebelumnya untuk menyaring air laut, disebar di sepetak tanah agar kering kembali sehingga dapat digunakan untuk penyaringan lagi

tanah yang sudah kering, dikeruk, diambil dan dimasukkan ke tempat penyaringan. 

Tampak dalam tempat penyaringan. Kemudian, ibu-ibu penggarap akan mengambil air laut dan dimasukkan ke tempat penyaringan ini. Proses penyaringan yang masih alami.


Ini hasil air laut yang sudah disaring. Air terlihat jernih dan tidak tampak tanah/pasir ikut serta. wow..

Air laut yang sudah disaring kemudian dijemur di terik matahari, terlihat cristal-cristal garam mulai terlihat

Tempat penjemuran yang lebih besar

Hasil garam laut

Hasil garam air laut


Setelah melihat langsung pembuatan garam laut, langsung terasa tidak mudah prosesnya. Ibu-ibu ini harus bekerja di terik matahari dan memanggul air laut untuk ke tempat penyaringan. Ibu berujar kalau banyak restaurant sekitar yang membeli garam dari sini. Sempet cicip garamnya, rasanya sedikit berbeda dari garam meja yang biasa aku beli di supermarket. Lebih kaya rasa. 


lokasi: Cafe Garam, Amed, Bali (kawasan hotel Uyah Amed Spa & Resort)



1 komentar:

Rizal Yulius Bili Bani mengatakan...

Idenya sangat inspiratif. Terima kasih dan salam kenal.
Tolong kunjungi balik web saya http://audisimitrapengusaha.com

Posting Komentar