02 Oktober 2012

Kampung Rinca, NTT.


"Haloo, Miss..." itu sapaan yang kudengar pertama kali dari anak-anak yang sedang bermain di sekitar kampung di Kampung Rinca, Manggarai Barat, NTT. Kampung ini termasuk dalam wilayah Taman Nasional Komodo dan kami sempat mampir ke kampung ini dalam perjalanan 2 hari 1 malam tour dari Labuan Bajo ke Pulau Komodo pada bulan September 2012 kemarin.


Begitu sampai, kami langsung jalan-jalan keliling kampung. Waktu lihat kanan kiri, aku mbatin "Masih ada ya kampung begini di Indonesia yang kaya raya?". Karena yang kulihat hanyalah rumah panggung penduduk yang sudah reot. Ada yang terbuat dari bambu, seng, ada yang seng campur kardus seadaanya :(.
Kalau lihat sekilas ke dalam rumah, sepertinya rata-rata 1 ruangan disekat untuk jadi 3 bagian : ruang depan, kamar tidur, dapur. Di beberapa rumah, hewan ternaknya diikat atau dipiara di bawah rumah. Satu pertanyaan sempat timbul begitu melihat ada beberapa rumah punya parabola. Ini parabola untuk apa ya ? :)

 


Akhirnya kami jalan-jalan lagi memutari kampung. Di belakang kampung ada lapangan sepak bola. Pemuda kampung pun lagi pada main sepak bola. Aku suruh si hazel temanku untuk bergabung main sepak bola sama pemuda desa, ehh...dianya malah lebih milih main bola sama anak-anak kecil... *gak sebandinggg, zeeelll :p
Di lapangan belakang kampung pun, aku ngeliat ada beberapa gadis desa lagi nyunggi drigen. Mereka nyungi drigen isi air bersih! lokasi untuk ambil air bersih itu gak cuma 1km, tapi ada jauhhh di bawah kaki bukit. Setelah melihat keadaan kampung Rinca ini, aku dan teman-temanku jadi merasa gak enak hati sendiri. Karena perbedaan kondisi tempat tinggal kami begitu jauh :(



Kami memutuskan untuk kembali ke kapal. Sembari jalan ke arah dermaga, ada 1 anak kecil mendekati kami sambil bilang "Miss, pen miss. ada pen miss ?". kami pun bingung "hah ? pen ? pena ?"... "iya miss, untuk nulis di sekolah". huaaaa....dah pengen nangis dengernya. anak-anak kota kalo pada minta-minta, pasti mintanya duit. ini ajaran yang bagusss banget, anak-anak dikenalkan pada alat tulis dan gak minta duit. sayangnya kami gak ada yang bawa pena :(  *maaf ya, dek. kami gak bawa pena.



Meskipun kondisi lingkungan seperti ini, aku gak ngeliat muka mengeluh dari penduduk kampung. mereka tetap bersyukur atas apa yang mereka punya. Begitu juga seharusnya kita :)

*googling ahhh, berharap menemukan contact person untuk bisa ikut melakukan sesuatu untuk kampung Rinca ini. anyone ?


photo : koleksi seorang teman yohanesws

2 komentar:

Toni Liem mengatakan...

Gimana kalo kita buka thread urunan buat kampung rinca...?

ignasiarosa mengatakan...

aku belum googling tentang contact personnya dan apa yang bisa kita lakuin, ton. i`ll let you know once i get the information ;)

Posting Komentar