Langsung ke konten utama

Jalan-jalan ke yogya...

Pulang ke yogya dengan tidak berkabar terlebih dahulu dengan orang rumah, ternyata lumayan mengasikkan. Beberapa kejadian baru yang aku alami :

#Naik trans Jogja
Berhubung aku gak berkabar terlebih dahulu, berarti gak ada yang jemput. Jadinya mau gak mau, harus naik transportasi umum. Nah, aku memilih trans Jogja. Kenapa trans jogja ? Satu, karna harganya yang murahhh, hanya 3000IDR. Kedua, karna aku belum pernah sama sekali naik trans Jogja. Ketiga, karna ada rute ke Bethesda, tujuan yang aku tuju.

#Ramah`nya jogja
Salah satu hal yang paling aku suka dari jogja itu adalah RAMAH. Keramah tamahan dari orang-orang jogja langsung aku rasakan begitu aku masuk ke halte trans jogja (bis turun dari pesawat, langsung menuju halte bus di parkiran bandara).

- kejadian pertama
Percapakan pagi hari dengan seorang ibu berumur 30an

ibu : Saking pundi mbak (dari mana, mbak)
aku : Saking bali, bu. (dari bali, bu)
ibu : Ke yogya liburan ato emang asal sini ?
aku : Oh, saya pulang ke rumah, bu tapi ya liburan disini
ibu : wah, enak ya. bisa jalan-jalan ke bali. kerja disana juga.
aku : Iya, bu :)
lalu kemudian bus yang akan ditumpangi ibu itu datang. dan dia berkata lagi
ibu : saya duluan ya, mbak.... (sambil tersenyum ramah)
aku : oh, iya bu. (sembari membalas senyuman si ibu).


- kejadian kedua
Lokasi : masih di halte trans jogja.
percapakan dengan seorang bapak-bapak yang sudah berusia

bapak : tindak pundi, dek...? (mau kemana, dek )
aku : Oh...dateng bethesda pak. Bapak tindak pundi ? (mau ke bethesda, pak. Bapak mau kemana )
bapak : prambanan.
aku : saking pundi ?
bapak : kulo saking giwangan (saya dari giwangan).
lalu kemudian bis si bapak pun datang. kemudian meninggalkanku sambil tersenyum ramah pula.

Percaya kan, orang Jogja itu ramah! Itulah kenapa aku suka untuk tinggal di Jogja.

#Diseneni ama teteh
Nah, jadi anak terakhir yang suka neko-neko itu memang berdampak juga bagi keluarga. hehehe..
sudah jadi hal yang lumrah kalo aku - anak bungsu cewek - diseneni (dimarahi). Lha kok tiba-tiba pulang ke rumah, tanpa hal jelas kenapanya. jadi berasa kayak buang-buang duit "menurut teteh" (padahal teteh gak tau kenapa aku pulang. ya tentu saja gak karna kebanyakan duit. tapi karna ada hal penting yang harus dibicarakan. Kakak iparku pun juga menyeneni aku.
saat itu cuma kujawab, "Ya khan kayak anak cowok. kalo mau pulang ya pulang. tanpa berkabar dulu, tiba-tiba sudah di depan rumah".

Kesimpulan, aku akan melakukannya lagi di lain waktu. Cukup menyenangkan ternyata ngasih kejutan untuk orang rumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pantai sepi yang kusebut Pantai Gunung Payung

Menikmati pantai di bali ini, gak ada habis-habisnya. Mulai dari yang paling rame *lirik kuta, sampe akhirnya yang tak bernama sekalipun. Pantai yang akan kubahas kali ini, termasuk pantai yang belum bernama, dan masih belum terjamah sama sekali oleh para kontraktor. Pantai yang belum bernama ini, dekat dengan Pura Gunung Payung dan jalan masuknya dari Jalan Gunung Payung ( denah lokasi ). Jadi, aku berinisiatif untuk menamainya dengan Pantai Gunung Payung. Sedikit tidak kreatif memang, tapi daripada gak nyambung sama sekali namanya jadi kuambil nama daerahnya aja. hehehe... Masih sangat jarang orang yang berkunjung ke pantai ini, dilihat dari keadaan sekitar pas aku datang pertama kali yang terlihat hanyalah ibu-ibu penjual minuman dan camilan ringan. Kami pun parkir di sebelah dia menjajakan jualannya. Ada 1 bale kecil di areal parkir, dan di sebelahnya langsung terlihat anak tangga yang bisa dipake untuk turun ke bawah, ke pantai gunung payung. Bersiap-siaplah, karna lebih dar...

Makassar & Toraja

pada bulan Mei 2012, akhirnya kesampaian juga ke tanah Sulawesi : Makassar & Toraja. cita-citanya sih simple aja mau ngapain di kota ini. di kota Makassar : mau makan-makan enak, di Toraja : mau lihat budaya yang belum kulihat secara langsung. Transportasi Makassar-Toraja : jauh-jauh hari sebelum keberangkatan ke Makassar, aku sudah booking seat Bus Bintang Prima PP untuk rute Makassar --> Toraja. Pemesanan tiket hanya bisa dilakukan via telp 04114772888(Makassar) & 042321142(Rantepao). Harga tiket 100000IDR untuk bus yang eksekutif biasa, dan 120000IDR untuk bus super eksekutif. Perjalanan Makasar ke Toraja : bus pagi karena aku ambil perjalanan pagi dari denpasar ke makassar, maka aku pun booking bus pagi untuk rute Makassar--> Toraja. Daripada jauh-jauh ke makassar untuk ke pool bus Bintang Prima, aku memilih untuk menunggu di Rumah Makan Putri Minang. lokasi rumah makan putri minang ini gak jauh dari bandara. dari terminal kedatangan domestik, naik shuttle bus...

Olah Raga pagi di Denpasar

Pagi pagi olah raga di Lapangan Renon ini ternyata seru juga. Selain kita bisa olah raga lari, jalan santai, kita pun bisa : 1. Sepak bola Karena lapangan ini luas, ada 2 lapangan yang bisa digunakan untuk sepak bola sama temen-temen. Kalau anda punya anak, bisa juga ikut tim sepak bola junior disini. Seringkali liat sore hari sih :) 2. Yoga, Tai Chi dan senam SKJ Seringkali di pinggir lapangan liat ada Yoga ataupun Tai Chi, berminat ? Bisa langsung join kok. Kalau minggu pagi, ada senam SKJ rame-rame disini. Seru kan! 3. Wisata Museum Rakyat Perjuangan Bali Setelah olah raga pagi sah sah aja kok kalo mau mampir ke Museum Bajra Sandhi. Museum ini menceritakan perjuangan Rakyat Bali dahulu kala, cerita disuguhkan dalam bentuk foto-foto. Tiket masuknya 5000IDR saja! 4. Mengajak hewan piaraan olah raga Yang harus olah raga, ga cuma kita donk. Hewan piaraan juga harus olah raga (malah terkadang hewan piaraan lebih aktif daripada kita, bener gaak??) Atau mungkin mau cari pasan...