Langsung ke konten utama

Aki ... Nini.


Aku kenal dengan Aki dan Nini* yang tinggal di pinggir hutan di sana. Kecamatan Pakis, Magelang, Jawa Tengah. Mereka tinggal hanya berdua, di gubug kayu dengan satu ruangan, sebuah pintu di bagian depan, dan sebuah jendela bersebelahan dengan pintu. Dalam satu ruangan itulah mereka harus membaginya untuk tempat tidur dan tempat untuk memasak.

Begitu masuk ke dalam gubug, tempat tidur dengan dipan dari kayu, kasur dari kapuk serta 1 bantal kapuk dan 1 guling kapuk, berada di sebelah kanan pintu masuk. Sedangkan di sisi sebelah kiri, ada dua bangku kayu (seperti bangku sekolah dasar) yang sudah reot. Diletakkan berjejer, dibawah jendela. "Ben iso ngerasakke angin semilir yen lungguh neng kene", kata Aki.

Tempat memasak mereka ada di sisi sebelah dalam gubug itu. Menggunakan peralatan masak yang sangat sederhana, Nini mampu membuat makanan sederhana yang enakkk. Aki selalu melahap habis masakan yang dibuat Nini. Aki bilang, masakan Nini kayak bikinan koki di hotel berbintang (Aki ngarang, padahal dia juga belum pernah ke hotel. hehe...Ini becandaan sayaang Aki buat Nini. Well, it works to make Nini smile). Oya, sayur lodeh + tempe goreng + sambel terasinya patut dicoba lho!! Dijamin, bakal tanduk 2 kali.. :p (Makanya maen2 ke tempat Nini, biar dimasakin!)

Dulu, setiap harinya mereka mengumpulkan pinus untuk dijual lagi di pasar. Butuh waktu 4 jam sehari untuk mengumpulkan sekarung pinus. Berjalan jauh hingga ke dalam hutan, mengumpulkan satu demi satu dan dimasukkan ke dalam karung. Bukan harga yang setimpal untuk keringat yang dikeluarkan tiap harinya di usia Aki dan Nini yang sudah berkepala 6. (Tiap kali inget ini, aku cuma bisa menghela napas. Begitu besar kesabaran mereka, begitu bersyukur mereka atas hidup ini). Kalo sekarang, Nini dikasih kerjaan sama orang desa sebelah untuk ngerawat sepetak tanah yang ditanami ubi jalar. Lumayan.

Aku kangen maen ke rumah Aki-Nini. Kangen sama suasana damai disana, kangen mencari damai disana . Dulu sih waktu masih di yogya..aku mayan sering maen kesana. Dengerin jangkrik waktu malam, tidur remang-remang petromax sambil tidur dempetan bareng Aki n Nini, bantuin cari pinus sambil jalan-jalan ke hutan. Kalo sore, kongkow-kongkow di depan gubug sambil menikmati senja sembari nyruput teh anget buatan Nini. Damainya....

Semoga esok hari masih ada waktu untuk bisa menikmati senja disana lagi.


*Aki - Nini = Kakek - Nenek dalam bahasa sunda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makassar & Toraja

pada bulan Mei 2012, akhirnya kesampaian juga ke tanah Sulawesi : Makassar & Toraja. cita-citanya sih simple aja mau ngapain di kota ini. di kota Makassar : mau makan-makan enak, di Toraja : mau lihat budaya yang belum kulihat secara langsung. Transportasi Makassar-Toraja : jauh-jauh hari sebelum keberangkatan ke Makassar, aku sudah booking seat Bus Bintang Prima PP untuk rute Makassar --> Toraja. Pemesanan tiket hanya bisa dilakukan via telp 04114772888(Makassar) & 042321142(Rantepao). Harga tiket 100000IDR untuk bus yang eksekutif biasa, dan 120000IDR untuk bus super eksekutif. Perjalanan Makasar ke Toraja : bus pagi karena aku ambil perjalanan pagi dari denpasar ke makassar, maka aku pun booking bus pagi untuk rute Makassar--> Toraja. Daripada jauh-jauh ke makassar untuk ke pool bus Bintang Prima, aku memilih untuk menunggu di Rumah Makan Putri Minang. lokasi rumah makan putri minang ini gak jauh dari bandara. dari terminal kedatangan domestik, naik shuttle bus...

Pantai sepi yang kusebut Pantai Gunung Payung

Menikmati pantai di bali ini, gak ada habis-habisnya. Mulai dari yang paling rame *lirik kuta, sampe akhirnya yang tak bernama sekalipun. Pantai yang akan kubahas kali ini, termasuk pantai yang belum bernama, dan masih belum terjamah sama sekali oleh para kontraktor. Pantai yang belum bernama ini, dekat dengan Pura Gunung Payung dan jalan masuknya dari Jalan Gunung Payung ( denah lokasi ). Jadi, aku berinisiatif untuk menamainya dengan Pantai Gunung Payung. Sedikit tidak kreatif memang, tapi daripada gak nyambung sama sekali namanya jadi kuambil nama daerahnya aja. hehehe... Masih sangat jarang orang yang berkunjung ke pantai ini, dilihat dari keadaan sekitar pas aku datang pertama kali yang terlihat hanyalah ibu-ibu penjual minuman dan camilan ringan. Kami pun parkir di sebelah dia menjajakan jualannya. Ada 1 bale kecil di areal parkir, dan di sebelahnya langsung terlihat anak tangga yang bisa dipake untuk turun ke bawah, ke pantai gunung payung. Bersiap-siaplah, karna lebih dar...

Olah Raga pagi di Denpasar

Pagi pagi olah raga di Lapangan Renon ini ternyata seru juga. Selain kita bisa olah raga lari, jalan santai, kita pun bisa : 1. Sepak bola Karena lapangan ini luas, ada 2 lapangan yang bisa digunakan untuk sepak bola sama temen-temen. Kalau anda punya anak, bisa juga ikut tim sepak bola junior disini. Seringkali liat sore hari sih :) 2. Yoga, Tai Chi dan senam SKJ Seringkali di pinggir lapangan liat ada Yoga ataupun Tai Chi, berminat ? Bisa langsung join kok. Kalau minggu pagi, ada senam SKJ rame-rame disini. Seru kan! 3. Wisata Museum Rakyat Perjuangan Bali Setelah olah raga pagi sah sah aja kok kalo mau mampir ke Museum Bajra Sandhi. Museum ini menceritakan perjuangan Rakyat Bali dahulu kala, cerita disuguhkan dalam bentuk foto-foto. Tiket masuknya 5000IDR saja! 4. Mengajak hewan piaraan olah raga Yang harus olah raga, ga cuma kita donk. Hewan piaraan juga harus olah raga (malah terkadang hewan piaraan lebih aktif daripada kita, bener gaak??) Atau mungkin mau cari pasan...