Langsung ke konten utama

Desa Tradisional Penglipuran

Desa tradisional menjadi salah satu objek wisata yang patut dinikmati di pulau dewata. Salah satunya adalah Desa Penglipuran ini. Apa yang menjadi daya tariknya ?


Keseragaman tata letak bangunan yang jadi daya tariknya! Mulai dari bentuk pagar, tata letak bangunan utama, bale, dapur hingga kamar mandi. Semuanya seragam, unik dan sangat tradisional.

Bentuk pagar tiap rumah terbuat dari tanah liat dengan bentuk yang sama. Sedangkan untuk tata letak bangunan tiap pekarangan rumah, sebelah utara pekarangan adalah dapur, sebelah barat adalah bangunan utama, sebelah selatan adalah balai, dan sebelah timur adalah canggah (pura di tiap rumah). Di pintu masuk ke areal Desa Penglipuran ini, terlihat balai banjar adat yang biasanya digunakan penduduk sekitar untuk kumpul-kumpul sekedar ngobrol-ngobrol atau bersantai. Di sebelah utara areal Desa, terdapat satu pekarangan sendiri untuk Pura. Ada Pura Penataran, Pura Puseh, Pura Rambut Srisedana dan pura lainnya. Lebih jelasnya, monggo lihat foto-fotonya :)

Desa Penglipuran ini terletak di sebelah utara Bangli, Bali. Sangat mudah untuk dijangkau, karna terletak di jalan utama bangli - kintamani. Ikuti plang, ke arah Penglipuran. Dari arah Denpasar, desa penglipuran ini terletak di sebelah kiri jalan. Meskipun mudah dijangkau, 2 kali aku kesana, kok terlihat sepi ya? hanya terlihat beberapa WNA bersama guide-guidenya, WNInya pada kemana ?? :| *sibukdimallkah?* :p

ps. kalau jalan-jalan ke desa ini siang hari, bawa topi yaa. #UVProtection#

salam,







Searah jarum jam :
1.Pintu Masuk Desa Penglipuran
2. Jalan utama desa penglipuran
3. Balai Banjar Adat
4.Bale Gede
5.Pintu masuk areal pura bagian utara
6. Info Rumah warga
7.Pagar Rumah
8. Peta Lokasi

Komentar

nlgrina mengatakan…
itu berapa lama ya dari dps??
Ignasia Rosa mengatakan…
sekitar 1,5 - 2 jam kira-kira.. :)

Postingan populer dari blog ini

Hong Kong Trip and Travel Guide

Liburan ke Hong Kong selama 6 hari dan aku takjub dengan transportasi, tata kota dan fasilitas umum yang sangat membantu untuk tuna netra dan penyandang cacat! Sesuatu yang belum aku temui di Bali, Indonesia ini. Trotoar di bali pun bisa ditemui di beberapa lokasi saja. Sayang banget ya. Ini dia catatanku untuk jalan-jalan ke Hong Kong #Persiapan ke Hong Kong Jauh-jauh hari sebelum ke Hong Kong aku sudah mulai hunting tiket penerbangan dan mulai ngelirik di hotel mana aku mau tinggal. Tentu saja aku pun mulai cari tau mengenai transportasi disana, serta mulai mencatat apa saja yang mau aku kunjungi dan catat di word document dan menaruhnya di Google Drive yang aku bisa save it on device. Jadi saat tak ada sinyal internetpun, aku masih bisa nyontek catatan buat liat rute. lihat catatanku disini Apps yang aku download #Octopus card Di Hong Kong, octopus card ini berperan besar dalam pembayaran transportasi dan bisa dipakai juga untuk belanja di McD, seven eleven, dan banya...

Camping dimana? di Pantai Siung aja!

Sudah pernah ke Gunung Kidul, sisi selatan Yogyakarta? Sudah pernah pernah main ke pantainya dari baron ke arah barat ataupun dari baron ke arah timur? Kalo belom, masukin ke itinerarymu yaa kalo berkunjung ke yogya :) Nah, salah satu pantai di Gunung Kidul yang bisa dikunjungi bahkan diinapi adalah Pantai Siung . Pantai ini terletak jauh di sebelah timur pantai baron. Berbekal kemah pribadi atau hammock, kamu bisa menikmati pantai siung semalam suntuk. Di sekitar pantai, sudah ada warung penjaja makanan, jadi jangan takut kelaparan kalo males masak sendiri. Sudah ada wc umum juga untuk mck. Bisa mendirikan tenda di mana saja yang kamu suka dan jangan takut kesepian, karna malam hari lumayan rame lho yang berkemah dan berhammock disini. Bisalah lirik-lirik sebelah kalo mau kenalan  sekedar minta camilan. Pantai siung ini, kurang banyak aktifitas di air yang bisa dilakukan karena ombak terlalu besar untuk bisa berenang dan pantai cenderung karang. Ada 1 spot di antara batu-ba...

Pembuatan garam laut, Cafe Garam, Amed, Bali

Ada 2 tempat pembuatan garam laut di sisi Bali timur yang aku tahu persis lokasinya. Amed dan Kubu. Namun, 3 kali singgah di Kubu, aku kurang beruntung. Tidak ada aktifitas pembuatan garam laut saat aku datang kesana. Menurut penduduk sekitar, karna saya datang terlambat (sore) dan saat musim penghujan. Haa, tapi pernah 1x aku datang di bukan musim penghujan dan siang harii, tapi tetap tidak ada penggarap garam. Pupusss harapan... September 2014, diving trip ke Amed, aku menggunakan Amed dive center  yang ternyata berlokasi tepat di sebelah cafe garam. Cafe garam sendiri menyediakan menu western dan indonesia, sekaligus menjual garam yang sudah di package hasil olahan ibu-ibu penggarap di ladang garam di sisi belakang cafe persis di pinggir pantai. Tempat pengolahan garam laut, persis di sisi pantai Tempat untuk menyaring air laut dengan tanah yang sudah digunakan berulang kali untuk filter air laut. Di sisi kanan (dibawah kayu yang miring), itu adalah tempat untuk mena...